Pencinta Alam K1 Curup

  • Beranda
  • Sejarah K1
  • Gallery
  • Program Kerja K1
  • Materi K1
  • Buku Tamu
  • Contacs me

Senin, 24 September 2012

program kerja K1

masi dalam proses

Diposting oleh K1 SMKN 1 Curup di 21.55 Tidak ada komentar:
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Organisasi Q

Feri Siswanto

Buat Lencana Anda

perlombaan

perlombaan
gambar ini kami ambil sewaktu kami lomba di danau yang di adakn oleh anak sma 1 curup kota yang merayakan HUT- SJHC yang mana pada saat ini kami mendapat juara 3 acustic lumayan sih dari pada nggak dapet sama sekali kan. Thank ya buat anak anak SJHC kalau HUT lagi undang-undang kmi lagi donk...

Waktu

Bukit Kaba

Peserta diksar ke-5

Peserta diksar ke-5
inilah peserta diksar ke-5 pada tanggal 18-19 Oktober 2008 di Hutan Madapi

Sibuk Massss

Sibuk Massss
calon anggota sedang sibuk untuk mempersiapkan penggeladian

Pelepasan

Pelepasan
Pak Antonius Karsono,BA memberikan pengarahat saat kami mau melakukan diksar

tegak tenda

tegak tenda
lagih apa yah kak Bije Dsr kok duduk, kalo penuh pinda donk hehehe

pelatih K1

pelatih K1
disaat diksar K1 yang Ke-5 nah inilah para pelatih kami yang ganteng N cantik loh...

di bukit kaba

di bukit kaba
di saat mau pulang dari bukit kaba nah di sini kami berpose dulu cuy...

anggota K1

anggota K1
saat bersantai pada waktu diksar ke V di hutan madapi

cahaya bulam


Eross - Cahaya Bulan.mp3


Free Search Mp3 Code at www.codelagu.com

CATATAN PERJALANAN PENDAKIAN GUNUNG DEMPO 3.159 m


Ketep dan view puncak Merapi kala senja
43 Photos, 20 comments

Aku bersyukur sekali, pagi ini aku tidak terlambat bangun. Alarmku berbunyi tepat pukul 03.30 dini hari. Aku segera mandi dan berkemas berangkat menuju Gambir. Pukul 04.00 aku sudah selesai mandi dan siap untuk berangkat. Semua perlengkapan untuk pendakian ini sudah aku packing tadi malam, sehingga pagi ini aku tinggal cek ulang saja. Setelah cek ulang selesai dan semuanya sudah beres, aku berangkat meninggalkan kontrakanku pukul 04.15 dengan menggunakan ojek.



Pukul 04.45 aku tiba di Gambir. Bis Damri pertama yang menuju bandara sudah berangkat pukul 04.00, bis berikutnya akan berangkat pukul 05.00. Aku adalah penumpang pertama di dalam bis. Pukul 05.00 bis berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta. Jalan masih sepi tetapi laju bis lambat sehingga baru sampai di Terminal 1C pukul 06.00.



Pesawat yang akan membawaku ke Palembang dijadwalkan take off pukul 06.50 dan ternyata on time. Pukul 08.00 aku sudah mendarat di Palembang (nama bandaranya lupa). Setelah mengambil bagasi, aku segera mencari taksi dan minta diantarkan ke Jl. Pajajaran, tempat di mana Travel Telaga Biru berkantor. Setelah membayar pajak taksi bandara sebesar Rp.5.000 taksi segera berangkat pukul 08.15. Ada yang aneh dengan taksi yang aku tumpangi, karena belum lama berjalan argonya sudah mencapai Rp.20.000. Ketika keluar dari komplek bandara argo sudah menunjukkan angka Rp.30.000, sehingga terpaksa aku minta berhenti karena tidak mau jadi korban “argo kuda”. Dari tempat aku berhenti, ternyata benar seperti yang aku duga, ada bis yang langsung menuju ke kantor travel telaga biru dengan ongkos Rp.2.000. Tempat aku berhenti tadi ada di posisi perempatan Km 11 (Km dihitung dari posisi Jembatan Ampera di jantung kota Palembang).



Untuk menuju travel telaga biru, dari bandara ada beberapa pilihan transportasi. Selain dengan menggunakan mobil pribadi, dapat menggunakan taksi dan mobil borongan. Dengan taksi menurut Pak Agung yang sudah terbiasa di Palembang, ongkosnya tidak lebih dari Rp. 50.000 (dengan catatan bukan pakai “argo kuda”). Untuk mobil borongan biasanya menggunakan kijang kapsul dengan ongkos Rp. 60.000 (arah sebaliknya, palembang – bandara, kalau anda memesan mobil borongan dari resepsionis hotel bayarnya Rp.70.000).



Pukul 08.45 aku tiba di kantor Travel Telaga Biru. Kantor travel ini terletak di samping gedung telkom, atau tepat di depan RSUP. Husin Palembang. Ketika aku menanyakan kepada sopir bis warna merah yang aku tumpangi, mereka tidak mengetahui alamat travel ini, tetapi ketika menanyakan RSUP. Husin hampir semua penumpang mengetahuinya.



Di samping kantor travel telaga biru, juga ada beberapa kantor travel lain melayani rute ke Bengkulu, Lampung, Jambi, dan Padang. Travel Telaga Biru melayani rute Palembang – Pagar Alam dengan ongkos Rp. 70.000. Alamat lengkap travel Telaga Biru ini Jl. Jend. Sudirman No. 2841, Gedung H. Senen Putra, Km. 3.5 Palembang. Nomor telepon untuk Palembang (0711) 357576, Pagar Alam (0730) 621598, dan Terminal Karya Jaya Palembang (0711) 7078110. Sedangkan nomor hp sopirnya adalah 081929261110 (Iwan Latief) dan (0711) 7060070 – flexi (nama sopirnya lupa). Travel ini berangkat pukul 09.00 dan 17.00. Pada hari biasa, hanya satu mobil yang diberangkatkan, sedangkan saat peak season bisa 2-3 mobil. Mobil yang digunakan adalah elf engkel dan L300.



Akses menuju kota Pagar Alam selain menggunakan Travel Telaga Biru juga dapat menggunakan bis Telaga Biru dengan ongkos Rp.30.000 untuk ekonomi dan Rp.35.000 untuk AC. Jadwal keberangkatan bis ini dapat ditanyakan kepada pengelolo travel ini di nomor di atas. Selain itu juga ada bis ekomoni dari Terminal Karya Jaya dengan ongkos Rp.30.000. Perjalanan menuju Pagar Alam membutuhkan waktu 6-8 jam tergantung dengan transportasi yang kita gunakan. Harga di atas per 1 Maret 2008.



Pukul 09.10 mobil travel berangkat. Pukul 11.00 sampai di Prabumulih. Jarak Palembang – Prabumulih kurang lebih 60 km. Di rumah makan Cambay Jaya di daerah Prabumulih mobil berhenti dan penumpang di persilahkan rehat sebentar. Di rumah makan ini Pak Agung sudah menunggu. Sehari sebelumnya Pak Agung sudah terbang ke Palembang untuk suatu urusan bisnis, dan kami membuat appoinment bertemu di rumah makan ini.



Pukul 11.30 mobil kembali berangkat meninggalkan Prabumulih, kota kecil yang kaya dengan minyak bumi (gedung DPRD nya aja berlantai 8, mengalahkan kemegahan gedung DPRD Palembang, katanya sih). Keluar dari Muara Enim, langit yang semula cerah tiba-tiba menjadi mendung dan akhirnya turun hujan lebat. Sampai Lahat hujan lebat masih mengguyur. Keluar dari Lahat, tepatnya memasuki Tanjung Lebat hujan sudah berhenti, dan ternyata di daerah ini sama sekali tidak turun hujan. Tidak ada bekas hujan di daerah ini.



Sebelum memasuki kota Pagar Alam, kami disuguhi dengan pemandangan sungai dan tebing yang sangat indah. Konon, di salah satu tikungan yang tajam di pinggir tebing ini pernah terjun bebas sebuah bus yang sarat penumpang dan penumpangnya meninggal semua (Hiih, ngeri, lebih ngeri dari kelok ampek-ampek). Lima belas menit dari sungai dan tebing ini, kami melewati kawasan wisata air terjun Lematang. Air terjun ini dapat di lihat dari jalan raya. Air terjunnya sendiri sangat indah, sedangkan vegetasi di sekitarnya yang berupa hutan belantara juga tak kalah indahnya, menambah komplek wisata air terjun lematang ini menjadi sangat eksotik. Aku sendiri berkeinginan jika nanti masih ada waktu, aku akan menyambangi air terjun ini. Jauh-jauh dari Jakarta kalau tidak menyaksikan air terjun ini dari dekat pasti sangatlah rugi (tapi sayang, pas pulang juga ga ada waktu mampir ke air terjun ini). Dari air terjun Lematang, kota Pagar Alam sudah dekat lagi, tidak lebih dari setengah jam dengan menggunakan mobil.



Pukul 15.00 kami sampai Pagar Alam. Beruntung hampir semua penumpang travel turun di dekat pasar Pagar Alam jadi sopir bisa langsung mengantarkan Aku dan Pak Agung ke rumah Pak Anton. Rumah Pak Anton adalah tempat registrasi pendakian Gunung Dempo sekaligus dijadikan basecamp pendakian. Rumah pak Anton ini berada di depan Pabrik Teh PTPN VII Pagar Alam.



Pukul 15.20 kami sampai di depan pabrik teh tersebut. Johan dan Coboy menyambut kami dengan begitu gembira. Dari kejauhan aku tidak mengenali Coboy yang mengunakan kaos TNKS. Setelah bersamalam dan meletakkan backpack di basecamp, Pak Agung mengajak turun kembali ke kota Pagar Alam untuk membeli kekurangan logistik dan makan sore. Sopir travel sebelumnya sudah di minta oleh Pak Agung untuk menunggu kami dan mengantarkan kami ke Pagar Alam.



Mobil travel kembali mengantarkan kami ke Pagar Alam, tepatnya di pasarnya. Setelah celingak-celinguk mencari rumah makan, akhrinya disepakati makan di rumah makan padang Bundo yang terletak di Pasar tersebut (rumah makan Bundo ini rupanya terkenal, karena masuk dalam pamlet pariwisata Pagar Alam). Dibandingkan dengan yang lain rumah makan ini terbilang paling besar dan ramai. Makanan segera dihidangkan dan kami semua makan dengan lahap, terutama Johan dan Coboy yang belum makan siang. Setelah selesai makan, tiba-tiba handphoneku berbunyi, rupanya ada teman dari milis Pangrango di Pagar Alam yang menghubungi aku dan berencana datang menemui. Tak lebih dari 5 menit, Effrizal dan Aan datang dengan sepeda motor. Kami mengobrol sangat akrab tak ubahnya sahabat yang sudah sering berjumpa.



Berhubung saat itu kami belum membeli logistik, Aan mengantarkan aku berbelanja logistik, sementara Eff menemani Pak Agung di rumah makan Bundo. Mudah sekali untuk mendapatkan logistik, tetapi cukup sulit untuk mendapatkan gas Hicook. Akhirnya ada juga supermarket yang menjual gas Hicook. Menurut Aan ini adalah supermarket terbesar di Pagar Alam (namanya aku lupa).



Setelah semua kebutuhan logistik terpenuhi, aku dan Aan kembali ke rumah makan Bundo di mana Pak Agung dan yang lain menunggu. Setelah membekal lauk pauk (rendang, ayam goreng, dadar telur, paru, dll) serta bekal makan malam, kami berpisah dengan Eef dan Aan dan langsung menuju rumah Pak Anton lagi untuk mengambil barang-barang yang dititipkan. Seandainya mendapatkan mobil yang bisa mengantar kami sampai Kampung IV, rencananya hari ini juga kami akan memulai pendakian.



Sampai di rumah Pak Anton hari sudah gelap dan gerimis mulai turun. Tidak ada mobil yang mau di carter sampai Kampung IV sehingga kami memutuskan menginap dulu malam ini. Di basecamp pendaki, ada 17 pendaki dari Palembang yang baru saja turun. Tidak ada tempat tersisa lagi di basecamp untuk istirahat, sehingga kami putuskan untuk mencari penginapan di sekitar lokasi basecamp. Sebelum meninggalkan basecamp, kami terlebih dahulu mengisi buku tamu yang sekaligus sebagai buku perijinan. Tidak dipungut biaya sepeserpun untuk perijinan pendakian Gunung Dempo. Hujan masih mengguyur ketika kami masuk dalam angkutan yang kami carter. Oleh supir angkutan, kami diantar menuju Villa Basemah. Akhirnya malam ini kami menginap di Villa Basemah.

Harapan Baru Menuju Sukses

2 Februari 2009 21:07:50

Kita di lahirkan di dunia ini harus memiliki atau mempunyai harapan. Bermimpi adalah suatu hal yang paling di senangi oleh manusia. Apalagi di saat kita mangalami kehidupan yang sangat susah penuh tantangan dan berbagai macam cobaan, berandai untuk menuju harapan yang baru sangat mudah sekali dilakukan oleh setiap manusia. Namun dari andaian serta impian tersebut seharusnya manusia membuktikannya secara nyata dan rasa optimisme yang tinggi.

Semester gasal telah kita lalui, sebagai siswa-siswi yang ingin menjadi orang yang sekses kita harus lebih giat lagi untuk belajar baik di sekolah maupun di rumah karena waktu yang diberikan sangatlah minim sekali. Oleh karena itu kita jangan sia-siakan waktu yang ada pada saat ini.

Tidak ada orang yang berhasil tanpa kegagalan dalam menjalani kehidupan untuk menjadi orang yang sukses dan berhasil. Buatlah harapan baru untuk menuju sukses dengan strategi yang lebih efektif dan janganlah kita mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya!

Bulan Januari 2009 baru saja kita lalui. Dan tidak ada kata terlambat untuk menyongsong harapan baru untuk menuju kesuksesan. Menjadi orang yang sekses memanglah sebuah pilihan, namun pilihan untuk menjadi orang yang sukses itu tidak terjadi dangan kata “beruntung” saja. Sudah saatnya kita untuk merancang masa depan yang lebih bagus dengan harapan yang luar biasa.

Bicara tentang harapan, pada tanggal 23 November 2008 kemarin di Kampus SMKN 1 Curup Timur ini telah terpilih Dike BM sebagai ketua osis dan wakilnya Rahmat Septiadi beserta perangkat-perangkat osis baru lainnya. Sebagai osis yang baru kita sangat mengharapkan suatu perubahan yang lebih baik di sekolah kita ini. Dengan ciri khas ketua osis wanita dengan model rambut yang pendek dan bergaya yang lumayan tomboy pertama di SMKN 1 Curup Timur ini. Hendaknya Dike BM mempunyai pandangan dan strategi tersendiri untuk membuat program-program yang lebih baik lagi.

Sebenarnya kita (semua siswa-siswi SMKN 1 Curup Timur) mempunyai harapan yang lebih jauh di bandingkan dengan harapan Dike BM. Tetapi sayangnya perasaan gengsi itu sangat mempengaruhi kehidupan kita dan rasa optimis juga sangat kurang. Maka dari itu kita harus percaya diri yang tinggi untuk menjadi orang yang lebih sukses.

Semangat untuk memulai sebuah perubahan seperti halnya dengan manegakkan benang basah karenah pekatnya pengaruh lingkingan dan teman teman baik di sekolah maupun di luar sekolah. Namun apalah artinya jika impian tanpa aksi? Semua yang kita impikan akan sia-sia tanpa adanya suatu keinginan di dalam hati kita sendiri.

Impian manusia yang tanpa tepi akan membimbingnya pada kedewasaan diri dalam memaknai hidup. Minimnya jata umur yang di berikan oleh-Nya sudah seharusnya menjadikan kita untuk menghargai waktu, karena tanggal 1 February 2009 tidak akan terulang untuk kedua kalinya, begitu pula dengan kesempatan kita untuk menjadi orang yang sukses.

Menggantungkan harapan pada orang lain adalah tanda para pecundang yang takut dengan kegagalan hidup. Karena harapan terbesar umat manusia adalah KITA.

Feri Siswanto

Siswa Akuntansi

Mengenai Saya

Foto saya
K1 SMKN 1 Curup
Kami adalah suatu kesatuan yang meliputi keorganisasian yang menginginkan perdamayan
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2013 (2)
    • ►  Maret (2)
  • ▼  2012 (1)
    • ▼  September (1)
      • program kerja K1
  • ►  2011 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2009 (7)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (4)

Pengikut

Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.